Ad 468 X 60

Friday, September 25, 2015

kisah raja rusa


kisah raja rusa cerita


Pada suatu hari .. di sebuah hutan yang sangat menyeramkan karena di penuhi dengan hewan buas dan kejam.
Banyaknya hewan buas yang menyelimuti hampir seluruh sudut hutan, membuat hewan yang tergolong lemah seperti kancil,kelinci, rusa dan lain sebagainya  yang sering menjadi bulan-bulanan para hewan buas.
Dengan terus di cari-cari keberadaanya, para hewan lemah seperti mereka membuat hari-harinya di penuhi rasa takut.
Takut di kejar lalu diterkam habis oleh hewan buas yang kejam, rasa takut ini seolah membuat para hewan lemah lebih banyak menghabiskan waktu didalam tempat tinggalnya.
Seperti rusa, yang sangat berhati-hati akan hidupnya.
Rusa memang menjadi makanan favorit seperti harimau, singa ataupun buaya, mereka sangat bernafsu ingin selalu menyantap daging rusa yang nikmat.
Banyaknya hewan buas yang selalu berkeliling di seluruh sudut hutan, terdapat rumah kecil yang mungkin jarang terlihat oleh mata hewan buas.
Didalam rumah tersebut ada 2 rusa yang rupanya sang induk dan anak rusa.
Hari demi hari sang ibu rusa merawat anaknya yang masih mungil, sudah lama sang ibu rusa merawat anaknya dan menjaganya dengan berhati-hati.
Sang ibu rusa setiap hari mencari makanan sampai keluar rumah demi anaknya, namun sang ibu rusa terkadang tidak tenang karena kekhawatiranya terhadap anaknya yang masih butuh perlindungan.
Hari demi hari dilakukanya setelah sang ayah rusa mungil mati terbunuh oleh hewan buas.
mau apalagi terpaksa hanya sang ibu rusa lah yang menjaganya sampai ia sudah bisa mencari makanan sendiri.
Seiring berjalanya waktu, rusa sudah mampu berjalan kesana kemari walau kadang terjatuh.
Sang ibu rusa tentunya yang sudah hampir tua sangat bahagia karena kini sang anak sudah tumbuh besar, dan mulai harus dijarkan cara mencari makanan sendiri.
Kemudian hari sang ibu membawa anaknya dengan berhati-hati keluar dari rumahnya karena ingin membawa anaknya ke berbagai tempat dekat rumahnya.
Sang ibu mengajari anaknya mencari makanan, mulai dari memilih makanan yang baik untuknya atapun makanan beracun dan berbahaya bagi dirinya.
Tak lupa sang ibu rusa memberikan pengetahuan akan bahayanya hutan yang saat ini menjadi tempat tinggalnya.

IBU RUSA: hay anaku, berhati-hatilah mencari makanan di hutan ini karena hutan ini di penuhi oleh hewan ganas dan mengerikan.
ANAK RUSA: baik ibuku, aku akan selalu mengingat pesanmu untuku agar harus terus berhati-hati.

Mendengar ucapan sang anak, ibu rusa sedikit tenang karena kini anaknya sudah mulai mengerti.
Tak terasa Hari sudah mulai gelap, kini saatnya sang ibu mengajak anaknya untuk pulang kembali kerumah.
Sesampainya di rumah ibu rusa melanjutkan pembicaraan.

IBU RUSA: anaku, dengan sedikit aku berikan peringatan terhadapmu tadi, aku berharap kau akan selalu mengingat pesanku.

ANAK RUSA: sudah aku bilang sebelumnya kan ibu, bahwa aku akan selalu ingat pesanmu dan berhati-hati di alam hutan liar ini.
IBU RUSA: baiklah anaku, aku hanya tidak ingin melihat  kamu celaka
Yasudah mari kita istirahat, karena esok hari kita akan menyusuri kembali  hutan ini.
ANAK RUSA: hah? Benarkah ? (kaget bercampur senang mendengar perkataan ibunya) aku sangat senang mengelilingi hutan ini, walau baru saja sekali ku lihat sekitar sini saja membuatku cinta akan tempat ini. bawa aku ke seluruh tempat sampai ke sudut, agar aku banyak tahu dan menguasai hutan ini.
IBU RUSA: baiklah anaku aku akan membawamu ke semua tempat dihutan ini.
Namun tidak secepat itu anaku, kamu masih kecil dan belum terlalu banyak pengetahuan. Kamu harus terus belajar agar pengetahuanmu banyak.
Namun aku berjanji akan membawamu ke berbagai tempat nyaman dihutan ini, asalkan kamu mau menuruti perkataanku.
ANAK RUSA: iya ibu aku berjanji.
Mari kita tidur ibu, karena sudah larut malam.

Ke esokan harinya sangat pagi sekali si anak rusa lebih dulu bangun karena sudah tidak sabar ingin melihat tempat-tempat yang sudah dijanjikan oleh ibunya.
Kemudian ia segera lari membangunkan ibunya ang masih tertidur.

Ibu… ibu… (teriak si anak rusa membangunkan ibunya)

Akhirnya ibu rusa terbangun dan berkata.
IBU RUSA: hey anaku, mengapa kau membangunkan aku di pagi buta ini? (Tanya sang ibu rusa  sambil menguap karena masih mengantuk) 
ANAK RUSA: apakah ibu lupa akan janji ibu kemarin? Ibu sudah berjanji padaku ingin mengajaku kembali mengelilingi sekitar hutan ini? ayo ibu bangunlah, aku sudah tidak sabar ingin melihat sekeliling hutan.
IBU RUSA: huhhh… baiklah anaku mari kita pergi namun harus berhati-hati karena mungkin pada waktu sangat pagi ini hewan liar semacam harimau masih berkeliling mencari mangsa.
ANAK RUSA:  tenang saja ibu aku akan berjaga diri dan menjaga ibu.

Akhirya ibu rusa dan anaknya mulai melangkahkan kakinya perlahan, dan berhati-hati.
Tak terasa langkah kaki kedua hewan itu semakin jauh dari tempat tinggalnya.
Anaknya sangat gembira karena sudah bisa mengelilingi dan melihat berbagai pemandangan dalam hutan.
Saking sangat senangnya si anak rusa, sesekali ia sampai meloncat-loncat dan memutari ibunya sambil menari.
Melihat anaknya manari-nari dan bernyanyi membuat si ibu rusa menegur anaknya agar tidak terlalu berisik karena jika terdengar oleh hewan buas mungkin akan mengejarnya lalu menerkam.

IBU RUSA: anaku, jangan terlalu berisik dan bertingkah konyol. Disini adalah tempat dimana harimau biasa berkumpul, kamu harus berhati-hati.
ANAK RUSA: ooohhh.. disini tempat tinggal harimau iya bu? Pantas saja aku merasa takut melintasi tempat ini, tempatnya pun terlihat kotor. Tidak seperti rumah kita yang selalu bersih dan terawat.

Dengan lamanya asyik mengobrol sambil berjalan..
Tiba-tiba ibu rusa berhenti mendadak dan mengentikan langkah kakinya.. dengan kejadian itu sang anak kaget melihat tingkah ibunya yang aneh.
Matanya tajam menghadap kedepan, melamun dan badanya tak bergerak namun sesekli terlihat gemetar.
Melihat ibunya seperti itu membuat sang anak rusa merasa takut karena baru pertama kalinya melihat ibunya seperti itu.
Si anak rusa memberanikan diri teriak meminta tolong, namun dengan suara kecilnya tak ada hewan satupun yang datang.
Mengingat tidak ada hewanpun yang mendengarnya, anak rusa ini mencoba menyadarkan ibunya itu.

ANAK RUSA: ibuu… ibuu… kenapa terus terdiam seperti itu? Sadarlah ibu, jika ibu terus seperti ini lalu bagaimana jika ada harimau lewat? Ibu nanti akan diterkam, ayo sadar ibu dan kita pulang saja. Ibu.. sadarlah!!
Mendengar teriakan dari anaknya, ibu rusa perlahan sadar kemudian melihat kearah kanan dan kiri seolah mengenali tempat tersebut.

Melihat ibunya sudah sadarkan diri si anak rusa bertanya kepada ibunya dengan masih dalam keadaan takut.

ANAK RUSA: ibu… kenapa ibu bertingkah seperti itu? Aku sampai teriak sana kemari namun ibu masih tak sadarkan diri. Katakan kepadaku ibu, ada apa sebenarnya? Apa yang sedang terjadi disini?

Ibu rusa menjawab dengan mulut bergetar namun masih melihat kedepan..
IBU RUSA:  anaku yang malang? Taukah kamu apa yang sebenarnya terjadi, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini.

Penasaran, si anak rusa memotong perkataan sang ibu karena semakin terheran dengan ibunya.. lalu ia menjawab
ANAK RUSA:  apa yang ingin ibu katakan kepadaku? Katakan saja ibu, aku bingung dengan semua ini.
IBU RUSA: anaku yang baik, dahulu kala ketika aku sedang mengandungmu, aku dan ayahmu sering mengunjungi tempat ini.

Kaget si anak rusa langsung menjawab perkataan ibunya tadi.
ANAK RUSA: apaaa? Ayah ? apa aku mempunyai ayah? Kemana dia ibu? Sejak kecil sampai sekarang aku tidak pernah melihat sosok ayah.
IBU RUSA: (dengan melihat anaknya dengan tajam dan mata terlihat berair) anaku, ayahmu adalah sosok yang sangat gagah berani sepertimu. Dia sudah hampir mengelilingi hutan ini sampai sering bertemu dengan hewan buas bahkan pernah bergulat dengan seelor harimau besar dan ayahmu berhasil membunuh harimau itu.
Namun sungguh sangat di sayangkan ketika aku masih mengandungmu, suatu hari kemudian saat ibu dan ayah pergi untuk mencari makanan.
segerombolan harimau tiba-tiba datang menghampiri dengan raut muka yang seram dan raungan dari mereka seperti kelaparan, membuat ayahmu marah dan berani menghadapinya demi melindungi ibu dan kamu yang saat itu masih dalam kandungan.
Dengan gagahnya ayahmu menantang para harimau yang kelaparan untuk beradu denganya, namun dengan kepintaran ayahmu meminta agar para harimau jangan menyakiti ibu.
Sungguh beruntunglah, para harimau mengijinkan aku untuk pergi dan membiarkan sang ayah sendiri yang menghadapinya.
Meskipun ayahmu menyuruh ibu untuk pergi, tetap saja ibu tidak mau meninggalkan ayahmu sendirian dalam bahaya.
Dengan segala perkataan ibu untuk menolak pergi, namun sifat pelindung dari ayahmu tetap saja menyuruhku untuk pergi dari tempat ini agar aku selamat.
Kemudian aku menuruti perkataan ayahmu dan pergi secepat mungkin.

Memotong perkataan ibunya sang anak rusa berkata
ANAK RUSA: sungguh sangat hebat sekali ayah, lebih mementingkan ibu dan aku daripada dirinya sendiri.
Lalu bagaimana dengan ayah buuu? Apakah ayah membunuh lawan-lawanya seperti sebelumnya?

Sang ibu rusa menjawab dan meneteskan air mata…
IBU RUSA: sebelumnya saat itu belum mengetahui apakah ayahmu terbunuh oleh harimau atau harimau yang terbunuh olehmu, karena saat itu ibu disuruh ayahmu untuk pergi.
Sesampainya dirumah ibu menangis tanpa henti memikirkan nasib nyawa ayahmu disana, sampai larut malam ibu menunggu ayahmu pulang.
Namun hingga menjelang pagi ayahmu tetap belum pulang, ibu memberanikan diri menyusuri hutan seram ini sampai menemukan keberadaan ayahmu.
Sampai-sampai ibu hampir dikejar para harimau mengerikan, kemudian ibu kembali melanjutkan perjalanan dan sampailah ditempat ini.
Saat itu ibu menangis sangat keras dan tidak memperdulikan ini tempat bersarangnya harimau ganas.

Memotong kembali perkataan ibunya..
ANAK RUSA: mengapa saat itu ibu menangis? Apa yang membuat ibu menangis? Lalu apakah ibu menemukan ayah?

Menjawab dan melanjutkan ceritanya kepada sang anak
IBU RUSA: saat itu ibu menangisi ayahmu, karena ketika ibu sampai ditempaat ini. ibu melihat ayahmu mati tergeletak terbunuh dan tubuh ayahmu dipenuhi darah.
Ibu langsung menangis melihat keadaan ayahmu yang sangat mengenaskan saat itu, ibu langsung menghampiri ayahmu yang sudah mati dan menciumi tubuhnya yang sudah di lumuri oleh darah.
Seiring lamanya ibu menangis, sampai lupa waktu sudah hampir petang.
Dengan perasaan hancur berantakan dan tidak rela meninggalkan ayahmu, ibu langsung pergi pulang meninggalkan ayahmu yang sudah mati.
Sesampainya dirumah, ibu kembali menangisi ayahmu yang telah pergi.

Sang anak rusa dengan latahnya menangis bertanya kepada ibunya. dengan suara serak tersendak-sendak.
ANAK RUSA: lalu mengapa tubuh ayah yang sudah mati tidak ada disini ibu? Tolong cari ayah ibu walau keadaanya sudah tidak bernyawa aku ingin memeluk dan menciumnya sekali saja.
IBU RUSA: bagaimana kita bisa menjumpai ayah anaku, waktu sudah hampir lama. Mungkin tubuh ayahmu sudah termakan oleh beberapa hewan pemakan bangkai.
ANAK RUSA: oohh ibu aku sedih mendengarnya, terimakasih sudah merawatku dan menjagaku sampai dewasa ini. aku berjanji akan menjagamu selalu ibu.
Menjagamu seperti  ayah dulu, aku akan bertaruh nyawa demi membuatmu nyaman. Dan yang paling terpenting aku akan membunuh semua harimau yang telah membunuh ayah atau hewan lemah lainya.
Suatu saat para raja singa, harimau, buaya ganas semua hewan yang menjadi penguasa dihutan ini akan kujadikan budak!!

Mendengar perkataan anaknya, ibu rusa menjawab.
IBU RUSA:  sungguh hebat niatmu anaku, perkataanmu mengingatkanku akan ayahmu.
Dulu ayahmu pernah berkata seperti itu, ingin menguasai dan mengambil alih kekuasaan dari raja singa penguasa hutan ini.
ANAK RUSA: aku akan meneruskan keinginan ayah buu, aku berjanji suatu saat ketika aku dewasa nanti akan merebut kekuasaan sang raja singa yang kejam.

Dengan lamanya bercerita masa lalu akan ayahnya dan tempat yang menjadi saksi bisu kejadian ayahnya meninggal.
Membuat waktu sudah hampir larut malam, ibu rusapun mengajak anaknya untuk segera pulang karena saat itu ibunya dan sang ayah dihadang oleh segerombolan harimau pada saat ingin larut malam.

IBU RUSA: mari cepat anaku, segeralah kita pergi dari sini karena ibu takut jika nanti kejadian masa lalu itu terjadi lagi.
Mendengar perkataan ibunya anak rusa lekas segera lari bersama ibunya yang sangat kencang.
……
Namun sangat disayangkan perkataan dari ibu rusa benar, saat mereka berlari menuju rumahnya.
Segerombolan harimau gagah besar ikut berlari mengejar mereka berdua, malam larut memang menjadi waktu bagi harimau mencari mangsa.
Dengan menjerit ketakutan sang anak rusa berkata kepada ibunya.

ANAK RUSA: ibuuuuu… aku takut! Bagaimana iniiiii…..?
(teriak si anak rusa  ketakutan melihat para segerombolan harimau sangat cepat mengejar mereka berdua)
Ibu rusa menjawab dengan berterik kencang
IBU RUSA: anakuuu.. kita harus berlari terpisah agar para harimau itu bingung. Kau harus lari lurus sampai menuju kerumah, cepatlah lari sekencang-kencangnya anaku.
Anak rusa menjawab kembali dengan suara takut
ANAK RUSA: lalu ibu akan lari kearah mana? Selanjutnya ibu akan kemana? Aku tidak mau terpisah dengan ibu, aku mohon berlarilah bersamaku ibu. Aku ingin bersama dengan ibu sampai kerumah. Aku tidak mau kehilangan ibu, jika ibu pergi lalu siapa yang akan merawatku? Ibuuu…

Belum sempat menjawab pembicaraan anaknya yang ketakutan, sang ibu rusa langsung berlari meninggalkan anaknya dan sembari berteriak kepada para harimau ganas yang meraung kelaparan
IBU RUSA: hey para harimau kelaparan dan bodoh, kejarlah saja aku. Aku lebih besar dari rusa kecil itu, dagingku lebih banyak darinya. Ayo kejarlah saja aku harimau bodoh!

Mendengar rayuan si ibu rusa, para harimau menuruti perkataanya lalu segeralah mengubah sasaran ke arah ibu rusa dengan kecepatan lari yang hampir mendekati.
Anak rusa yang sudah terpisah dengan ibunya karena demi keselamatanya, terus berlari ke arah tempat tinggalnya sambil menangis berteriak ketakutan.

ANAK RUSA: ibuuuu… kenapa kau lakukan ini? aku ingin terus bersama ibu… kemana kauu…

Lamanya anak rusa berlari, akhirnya dia sudah tak jauh dari tempat tinggalnya Nampak rumahnya sudah terlihat dari kejauhan yang saat malam itu hutan berkabut pekat.
Sampailah masuk kedalam rumah, si anak rusa menangis tanpa henti.
Kejadian menangis itu sama seperti ibunya dulu yang sampai rumah mengkhawatirkan sang ayah anak rusa yang di kepung segerombol harimau.
Sama yang dilakukan ibunya dulu, menantinya sampai pulang kerumah hingga larut malam.
Lama-lama menunggu dengan ketakutan karena khawatir akan nyawa sang ibu, akhirnya keluarlah sepatah kalimat yang keluar dari mulutnya.

ANAK RUSA:  aku sudah berjanji akan melindungimu ibu, mengapa kau meninggalkanku.
Saat ini juga jika ibuku tidak kunjung datang sampai pagi nanti. Aku akan bertarung membalaskan dendam kematian ayah dan ibuku.
Aku akan memburu semua hewan buas di hutan ini, dan membunuh mereka semua.
Tunggu kedatanganku para hewan buas yang jahat!!

Teriak si anak rusa yang berjanji dengan gagahnya akan membunuh semua hewan buas, dan menguasai hutan.
Anak rusa pun tidur dengan sangat lelap dengan harapan ibunya akan datang kerumah dengan selamat saat pagi membuka mata.
Dengan mata lebam masih terlihat jelas dimatanya  bekas tangisan tadi malam, sang anak kancil yang malan mmbuka mata perlahan.
Ketika mata sudah terbuka, secara spontan si anak rusa lari dari tempat tidur dan bertingkah seperti biasanya.
Ia meloncat dan berteriak memanggil ibunya seperti yang dilakukanya setiap hari.

ANAK RUSA: Buuu.. ibuu… mari kita keluar mencari makanan lagi. Ayo kita berkeliling lagi ketempat sekitar hutan ini ibu.

Anak rusa seperti lupa akan tragedi kemarin.. dia memanggil-manggil ibunya yang mungkin sudah mati terbunuh oleh harimau.
Panggilan kesana kemari dengan kebingungan, akhirnya anak rusa yang malang sadar bahwa kemarin sang ibu telah di terkam segerombolan harimau.
Setelah sadar, anak rusa langsung lari secepat kilat keluar rumah dan mencari ibunya yang belum juga pulang.
Tempat demi tempat ia menyusuri, sudut-sudut hutan sudah ia jelajahi untuk menemukan sang ibunya.
Sampai larut malam lalu berlanjut hingga menjelang pagi tetap saja ia belum menemukanya, sampai di tempat yang sangat sunyi saat malam hari hanya ada suara hewan kecil dan burung.
Si anak rusa memberanikan diri terus menelusuri tempat sekitar, tak sadar ia memasuki wilayah sang raja rimba penguasa hutan.
Tak hanya para singa, harimau pun semuanya berkumpul ditempat yang sama. Para hewan buas itu menatap kearah anak rusa dengan tatapan menakutkan, mungkin ingin berniat menerkam anak rusa tersebut.
Namun dengan keberanian dan gagahnya anak rusa seperti ayahnya, berani menghadap sang raja rimba. Para harimau terheran-heran mengapa anak rusa ini berani mendekati sang raja yang memang sangat disegani oleh para hewan buas.
Langkah kaki kecilnya yang kuat, membawanya berhadapan dengan sang raja. Lalu anak rusa yang malang setelah ditinggalkan oleh ayah dan ibunya itu berkata..

ANAK RUSA: hey sang raja jahat!! Sudah berapa rusa dan hewan lemah yang kau bunuh dan memakanya?  (Tanya dengan tegas anak rusa)

Para harimau di sekitar raja, yang sengaja melindungi raja singa merasa geram dan marah mendengar perkataan dari anak rusa kecil karena seperti menghina tuan raja singa.
Sungguh hebat rusa kecil mungil ini, badanya kecil namun berani menghadap sang raja. Karena baru kali ini harimau berkata ada hewan lemah seperti rusa yang berani menggentak raja rimba.
Secara spontan raja singa berdiri, memang raja sangat gagah dan kokoh. Sampai-sampai sang anak rusa melihatnya saja sampai mengangkat kepalanya keatas.
Lantas raja singa yang kejam manjawab pertanyaan menjengkelkan dari rusa kecil ini dengan keras.

RAJA SINGA: gghhhraaaarrrrr!!! (Raungan sang raja hutan yang marah sambil berkata)
Hey rusa kecil bodoh, beraninya kau menanyakan seperti itu kepadaku sebagai penguasa hutan ini!! siapa yang menyuruhmu??
Sudah pasti banyak dan mungkin tidak bisa kuhitung berapa banyak hewan lemah yang menjadi santapanku

Mendengar jawaban dari sang raja singa, tidak sedikitpun menyiutkan nyali si anak rusa untuk membalaskan dendam kematian ayah ibunya.
Kemudian anak rusa menjawab dengan sangat marah.

ANAK RUSA: Sungguh kejamnya dirimu raja, taukah kamu dahulu ayahku mati di terkam anak buahmu para harimau kemudian kemarin ibuku pun mari terbunuh dikejar oleh para harimau.
Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan kejahatan para hewan buas yang membunuh hewan lemah di hutan ini.

Sang raja menjawb kembali perkataan anak rusa yang membuatnya semakin marah.
RAJA SINGA: jadi kau datang kemari ingin membalaskan dendam padaku karena anak buahku menerkan dan membunuh ayah ibumu?
Huahahaha!! Berani sakali kau rusa kecil, jika memang kau ingin membalaskan dendam padaku. Silahkan lawanlah para harimau ini yang membunuh ayah ibumu.
Jika kamu mengalahkan semua harimau disini, aku akan serahkan mahkota raja sebagai tanda penguasa hutan ini kepadamu.

Kemudian satu harimau mendekat ke arah raja, dan berkata.

HARIMAU: tuan raja, mengapa engkau sampai berani menawarkan mahkota penguasa itu kepada anak rusa kecil itu?

Raja singa menjawab dengan sedikit mengolok harimau itu.
RAJA SINGA: hey memang kenapa jika aku sampai berani menyerahkan mahkota ini? lagian rusa ini masih kecil, dia belum bisa berbuat apa-apa jika kau hadapi.
Bukankah kalian sering menerkan banyak hewan lemah seperti itu bahkan lebih besar darinya. Tenang saja, mahkota ini tidak akn bisa sampai ke rusa kecil itu.
Sudahlah jangan banyak bicara, silahkan para harimau serang dan bunuh rusa itu lalu kau makan habis daging pahitnya huahahahaa!!

Mendengar intruksi sang raja, otomatis semua harimau sebagai anak buah sang raja hutan menuruti dan segera melangkah lari menyerang rusa pemberani itu.

Bssststttss..!! ghhrrraauuuuwwwwmmm!!
Para harimau mengerikan lari ke arah sang anak rusa, dengan taring dan cakarnya yang mengerikan langsung di arahkan ke tubuh rusa.
Namun dengan gagah berani serta hebatnya anak rusa ini, berhasil menghindar dan terjadilah perkelahian antara para harimau dan se-ekor rusa kecil.
Jeritan anak rusa yang berkelahi dengan harimau semakin membuat sang raja merasa aneh, mengapa rusa yang hanya kecil ukuranya sangat sulit dijatuhkan oleh anak buahnya.
Agar perkelahian segera tuntas dan anak rusa segera mati, sang raja teriak memberikan semangat kepada anak buahnya.

RAJA SINGA: ayoo para harimauu.. cepat tunjukan taring kalian pada rusa itu, dan cabik habis tubuhnya. Huahahaha!!

Mendengar perintah sang raja, para harimau yang mulai kelelahan beradu ketangguhan dengan anak rusa menjadi tambah semangat.
Pertarungan yang sangat lama dan menegangkan…
Akhirnya Rusa sangat gagah itu berhasil membunuh satu-persatu harimau yang memang sudah lemas akibat lincahnya pergerakan nak rusa.
Alhasil pada akhirnya tersisa beberapa harimau yang sudah lelah dan masih bertahan hidup menghadapi rusa kecil.
Dengan keadaan fisik yang sudah lemah, para harimau memohon kepada rusa untuk tidak menyerangnya lagi karena suda tidak sanggup melawan dan para harimau yang tersisa akan melakukan apapun agar dirinya tidak di serang sehingga tetap hidup.
HARIMAU: anak rusa, ampunilah kami.. tolong jangan serang kami lagi, kami sudah tidak kuat melawanmu. Apapun permintaanmu akan kami turuti asal jangan bunuh kami.

Mendengar pernyataan kalah dari para harimau, sang rusa kecil sudah hampir menuntaskan balas dendamnya.
Kemudian anak rusa berkata,
ANAK RUSA: bangunlah para harimau.. aku tidak akan menyakiti kalian lagi, sesuai perkatanmu tadi aku ingin kalian menuruti perintahku.
HARIMAU: (karena sudah berjanji) baiklah rusa, apa yang harus kami lakukan agar membuatmu tidak membunuh kami? Katakana saja apa permintaanmu?

Melihat pertarungan berhenti lalu dengan mendengarkan harimau dan anak rusa berbicara, membuat raja singa benar-benar marah.
Raja singa berdiri dan berlari sangat kencang ke arah anak rusa untuk membunuhnya lalu berkata.

RAJA SINGA: dasar bodoh kalian, mengapa begitu mudahnya menyerah pada anak rusa itu!! Biar aku saja yang membunuhnya.. ghhhrraaauuuumm!!

Singa berlari sangat kencang dan berteriak.

Melihat raja singa ingin membunuh anak rusa, membuat para harimau bangkit dan balik melindungi sang anak rusa.
Ini sebagai bukti janjinya terhadap anak rusa melakukan apapun demi keselamatanya. Kemudian para harimau berkata.
HARIMAU: wahai rusa, berdirilah berlindung di belakang kami. Kami akan melindungimu dari serangan raja singa yang akan membunuhmu.

Mendengar perkataan sang harimau membuat anak rusa tenang, namun masih mengingat akan balas dendamnya dan ingin merebut kekuasaan raja singa. Si anak rusa menegaskan berkata pada harimau.

ANAK RUSA: para harimau, aku sangat senang kalian akan melindungiku dari serangan raja singa. Namun sesungguhnya pertama aku datang ketempat ini ingin membunuh raja singa itu.
Biarlah aku yang membunuh raja singa itu.

Kemudian para harimau berkata dengan perasaan takut anak rusa bisa terbunuh.
HARIMAU: wahai rusa, aku menghargai tujuanmu. Namun aku akan tetap menjagamu disini jika terjadi hal yang tidak di inginkan. Dan berhati-hatilah karena si singa itu sangat kuat sekali.
Anak rusa yang menenangkan para harimau berkata.
ANAK RUSA: aku akan berhati-hati melawanya, ini demi pembalasan dendam dan keinginanku menguasai hutan ini.

Si raja singa yang tadi berlari sangat cepat sudah sangat dekat dengan anak rusa, anak rusa kemudian berlari kembali kearah raja singa, tidak ketinggalan para harimaupun mengikuti untuk berjaga dari belakang anak rusa.

Dan…

Terjadilah pertarungan hebat yang baru kali ini raja singa melawan anak rusa yang tangguh pemberani.
Bahkan harimaupun sangat ketakutan melihat pertarungan yang sedang terjadi.

Raungan demi raungan singa yang membuat harimau merinding ketakutan, jerit rusa yang semakin keras karena sama-sama tangguh.
Cakaran meleset dari singa kearah anak rusa karena sangat lincah.
Namun beberapa cakaran singa terkena tubuh rusa sehingga kulitnya terlihat berdarah.
Pergulatan anak rusa melawan raja singa semakin sengit, sama seperti harimau sebelumnya. Sangat disayangkan karena tenaga rusa sudah dikeluarkanya setelah sebelumnya melawan para harimau.
Raja singapun yang lemah karena memang umur raja singa sudah tua, hanya dengan beberapa waktu bergulat saja sudah kewalahan seperti itu.
Kemudian dengan melihat raja singa yang semakin lemah tak berdaya, membuat anak rusa memiliki kesempatan menyerang balik raja singa dengan sisa tenaga yang ada.

Anak rusa pun berlari lalu menodongkan tanduknya yang memang sudah tumbuh namun belum terlalu panjang ke arah wajah sang raja singa dan berteriak.

ANAK RUSA: demi balas dendamku atas kematian ayak ibuku, dan keinginanku merebuat kekuasaan hutan ini.
Aku akan membunuhmu singa jahaaaatt hiiyaaaaaaa…

Kemudian raja singa yang ingin berlari menjauh dari serangan rusa namun tenaganya sudah sangat lemah, hanya berjalan dengan jatuh bangun kesakitan.
Anak rusa yang semakin dekat segera menodongkan tanduknya kearah wajah dan seranganya berhasil membuat raja singa itu mati tertusuk oleh tanduk anak rusa.
Matanya tertusuk oleh tanduk rusa, kemudian raja singa tak sadarkan diri lalu mati.

Terwujudlah sudah semua keinginan dan balas dendamnya sejak ayah dan ibunya mati terbunuh dengan sangat tragis.
Kemudian harimau yang melihat keberhasilan anak rusa membunuh raja singa segera mengambil mahkota yang masih terpasang pada kepala singa mati itu.
Diambilnya mahkota itu lalu diletakanya pada kepala anak rusa kemudian para harimau menuntun anak rusa untuk duduk di singgasana raja.
Setelah duduk dengan masih merasakan sakit akibat cakaran dari singa, sang anak rusa memerintahkan para harimau untuk mencarikan obat untuknya.

ANAK RUSA: para harimau, maukah kalian mencarikan obat untuku?
HARIMAU: baiklah rajaku rusa, kami akan mencarikan obat untukmu secepat mungkin (hormat harimau dengan menundukan kepala dihadapan sang raja baru hutan)

Para harimaupun segera mencarikan obat berkeliling ke semua tempat di hutan itu.
Ketika para harimau menelusuri sampai sudut hutan, mereka bertemu se-ekor kelinci. Namun kelinci yang sudah sangat paham dengan para harimau, berniat  segera lari cepat menjauh dari kawanan harimau yang mencari obat untuk raja rusa.
Belum kelinci berlari, para harimau berkata pada kelinci.

HARIMAU: hey kelinci, saat ini kami hewan buas tidak akan membunuh kalian lagi.

Kelinci yang sangat kaget mendengar perkataan para harimau itu menjawab.

KELINCI: mengapa kalian sekarang tidak akan memakan lagi para hewan lemah seperti kami? Bukankah kalian sering menerkam hewan seperti kami.
HARIMAU: wahai kelinci, baru saja terjadi perkelahian antara raja singa dan anak rusa kecil, anak rusa kecil berhasil membunuh raja singa itu yang sebelumnya kami di perintahkan raja singa untuk membunuh rusa, namun dengan gagahnya rusa itu membuat teman-teman kami terbunuh dan kami tidak ingin mati olehnya. Jadi kami menuruti apapun perkataan sang raja baru rusa untuk tidak lagi memakan hewan lemah sepertimu.
KELINCI: dimanakah raja rusa itu sekarang? Aku akan menemuinya dan ingin berterima kasih karena membuat hewan buas seperti kalian tidak memburu kami lagi.
Lalu jika kalian tidak memakan hewan seperti biasanya, apa yang kalian makan?
HARIMAU: sekarang raja rusa ada di sudut utara hutan, ia sedang kesakitan menahan luka akibat cakaran singa.
Tenang saja kelinci, kami berkorban demi raja menaati perintahnya untuk tidak lagi memakan daging hewan lemah. Jadi kami akan memakan bangkai hewan apa saja yang sudah mati, karena kami tidak ingin ada lagi pembunuhan di hutan ini.
KELINCI: kasian sekali raja rusa, hey para harimau mari kita bersama-sama mencarikan obat untuknya agar lekas sembuh.
HARIMAU: marilah segera kalinci, karena sang raja rusa sedang kesakitan disana.
KELINCI: baiklah harimau, tapi aku akan mengabari seluruh hewan di dalam hutan ini bahwa ada raja baru penguasa hutan yaitu se-ekor rusa dan aku akan menyuruh mereka mencarikan obat untuknya.
HARIMAU: lakukanlah saja kelinci, jika sudah mengabari dan menemukan obatnya segera ke singgasana tuan raja rusa.

Kemudian si kelinci berlari secepat kilat dan segera melakukan apa yang sudah ia katakana pada harimau tadi.
Penelusuran kancil sampai ke plosok hutan dan sudah ribuan hewan yang sudah ia temui dan menyuruhnya mencarikan obat untuk raja singa.
Setelah sekian lama proses mencari obat untuk raja rusa, datanglah ribuan jenis hewan yang datang menghadap raja rusa dan mereka semua mebgucapkan terimakasih karena membuat hutan yang dulu seram kini menjadi hutan yang aman.
Lalu ribuan jenis hewan yang datang menundukan kepala secara serentak, harimau yang telah datang lebih dulu kemudian melakukan hal yang sama seperti ribuan hewan dengan menundukan kepala dan berjanji akan melindungi raja rusa.
Berakhirlah sudah perjalanan anak rusa yang dari kecil hingga dewasa penuh dengan kisah memilukan.
Tragedy matinya ayah dan ibu membuatnya kini menjadi RAJA RUSA penguasa hutan, kini hutan menjadi sangat ramai dengan hewan-hewan bahkan anak kelinci saja sudah bisa merasakan indahnya bermain keluar rumah dan amanlah sudah hutan dengan penguasa yang lebih ggah berani yaitu se-ekor rusa.


PENULIS/KARYA: AGUNG WIBOWO
JUDUL CERITA: Kisah Raja Rusa
TGL/THN: 25 - september - 2015


MOHON KOMENTAR DAN BERIKAN PENILAIAN SETELAH ANDA MEMBACA.
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA MAUPUN PERSAMAAN CERITA.
CERITA INI DIBUAT DENGAN KARANGAN NYATA DAN BENAR DARI AGUNG WIBOWO.

Read More »