Friday, September 25, 2015
kisah raja rusa
Pada suatu hari .. di sebuah hutan yang sangat
menyeramkan karena di penuhi dengan hewan buas dan kejam.
Banyaknya hewan buas yang menyelimuti hampir seluruh
sudut hutan, membuat hewan yang tergolong lemah seperti kancil,kelinci, rusa
dan lain sebagainya yang sering menjadi bulan-bulanan
para hewan buas.
Dengan terus di cari-cari keberadaanya, para hewan lemah
seperti mereka membuat hari-harinya di penuhi rasa takut.
Takut di kejar lalu diterkam habis oleh hewan buas yang
kejam, rasa takut ini seolah membuat para hewan lemah lebih banyak menghabiskan
waktu didalam tempat tinggalnya.
Seperti rusa, yang sangat berhati-hati akan hidupnya.
Rusa memang menjadi makanan favorit seperti harimau,
singa ataupun buaya, mereka sangat bernafsu ingin selalu menyantap daging rusa
yang nikmat.
Banyaknya hewan buas yang selalu berkeliling di seluruh
sudut hutan, terdapat rumah kecil yang mungkin jarang terlihat oleh mata hewan
buas.
Didalam rumah tersebut ada 2 rusa yang rupanya sang induk
dan anak rusa.
Hari demi hari sang ibu rusa merawat anaknya yang masih
mungil, sudah lama sang ibu rusa merawat anaknya dan menjaganya dengan berhati-hati.
Sang ibu rusa setiap hari mencari makanan sampai keluar
rumah demi anaknya, namun sang ibu rusa terkadang tidak tenang karena kekhawatiranya
terhadap anaknya yang masih butuh perlindungan.
Hari demi hari dilakukanya setelah sang ayah rusa mungil
mati terbunuh oleh hewan buas.
mau apalagi terpaksa hanya sang ibu rusa lah yang
menjaganya sampai ia sudah bisa mencari makanan sendiri.
Seiring berjalanya waktu, rusa sudah mampu berjalan
kesana kemari walau kadang terjatuh.
Sang ibu rusa tentunya yang sudah hampir tua sangat
bahagia karena kini sang anak sudah tumbuh besar, dan mulai harus dijarkan cara
mencari makanan sendiri.
Kemudian hari sang ibu membawa anaknya dengan
berhati-hati keluar dari rumahnya karena ingin membawa anaknya ke berbagai
tempat dekat rumahnya.
Sang ibu mengajari anaknya mencari makanan, mulai dari
memilih makanan yang baik untuknya atapun makanan beracun dan berbahaya bagi
dirinya.
Tak lupa sang ibu rusa memberikan pengetahuan akan
bahayanya hutan yang saat ini menjadi tempat tinggalnya.
IBU
RUSA: hay anaku, berhati-hatilah mencari makanan di hutan ini
karena hutan ini di penuhi oleh hewan ganas dan mengerikan.
ANAK
RUSA: baik ibuku, aku akan selalu mengingat pesanmu untuku
agar harus terus berhati-hati.
Mendengar ucapan sang anak, ibu rusa sedikit tenang
karena kini anaknya sudah mulai mengerti.
Tak terasa Hari sudah mulai gelap, kini saatnya sang ibu
mengajak anaknya untuk pulang kembali kerumah.
Sesampainya di rumah ibu rusa melanjutkan pembicaraan.
IBU
RUSA: anaku, dengan sedikit aku berikan peringatan terhadapmu
tadi, aku berharap kau akan selalu mengingat pesanku.
ANAK RUSA:
sudah aku bilang sebelumnya kan ibu, bahwa aku akan selalu ingat pesanmu dan
berhati-hati di alam hutan liar ini.
IBU
RUSA: baiklah anaku, aku hanya tidak ingin melihat kamu celaka
Yasudah mari kita istirahat, karena esok hari kita akan
menyusuri kembali hutan ini.
ANAK
RUSA: hah? Benarkah ? (kaget bercampur senang mendengar
perkataan ibunya) aku sangat senang mengelilingi hutan ini, walau baru saja
sekali ku lihat sekitar sini saja membuatku cinta akan tempat ini. bawa aku ke
seluruh tempat sampai ke sudut, agar aku banyak tahu dan menguasai hutan ini.
IBU
RUSA: baiklah anaku aku akan membawamu ke semua tempat dihutan
ini.
Namun tidak secepat itu anaku, kamu masih kecil dan belum
terlalu banyak pengetahuan. Kamu harus terus belajar agar pengetahuanmu banyak.
Namun aku berjanji akan membawamu ke berbagai tempat
nyaman dihutan ini, asalkan kamu mau menuruti perkataanku.
ANAK
RUSA: iya ibu aku berjanji.
Mari kita tidur ibu, karena sudah larut malam.
Ke esokan harinya sangat pagi sekali si anak rusa lebih
dulu bangun karena sudah tidak sabar ingin melihat tempat-tempat yang sudah dijanjikan
oleh ibunya.
Kemudian ia segera lari membangunkan ibunya ang masih
tertidur.
Ibu… ibu… (teriak si anak rusa membangunkan ibunya)
Akhirnya ibu rusa terbangun dan berkata.
IBU
RUSA: hey anaku, mengapa kau membangunkan aku di pagi buta
ini? (Tanya sang ibu rusa sambil menguap
karena masih mengantuk)
ANAK
RUSA: apakah ibu lupa akan janji ibu kemarin? Ibu sudah
berjanji padaku ingin mengajaku kembali mengelilingi sekitar hutan ini? ayo ibu
bangunlah, aku sudah tidak sabar ingin melihat sekeliling hutan.
IBU
RUSA: huhhh… baiklah anaku mari kita pergi namun harus
berhati-hati karena mungkin pada waktu sangat pagi ini hewan liar semacam harimau
masih berkeliling mencari mangsa.
ANAK
RUSA: tenang saja ibu aku
akan berjaga diri dan menjaga ibu.
Akhirya ibu rusa dan anaknya mulai melangkahkan kakinya
perlahan, dan berhati-hati.
Tak terasa langkah kaki kedua hewan itu semakin jauh dari
tempat tinggalnya.
Anaknya sangat gembira karena sudah bisa mengelilingi dan
melihat berbagai pemandangan dalam hutan.
Saking sangat senangnya si anak rusa, sesekali ia sampai
meloncat-loncat dan memutari ibunya sambil menari.
Melihat anaknya manari-nari dan bernyanyi membuat si ibu
rusa menegur anaknya agar tidak terlalu berisik karena jika terdengar oleh
hewan buas mungkin akan mengejarnya lalu menerkam.
IBU
RUSA: anaku, jangan terlalu berisik dan bertingkah konyol.
Disini adalah tempat dimana harimau biasa berkumpul, kamu harus berhati-hati.
ANAK
RUSA: ooohhh.. disini tempat tinggal harimau iya bu? Pantas
saja aku merasa takut melintasi tempat ini, tempatnya pun terlihat kotor. Tidak
seperti rumah kita yang selalu bersih dan terawat.
Dengan lamanya asyik mengobrol sambil berjalan..
Tiba-tiba ibu rusa berhenti mendadak dan mengentikan
langkah kakinya.. dengan kejadian itu sang anak kaget melihat tingkah ibunya yang
aneh.
Matanya tajam menghadap kedepan, melamun dan badanya tak
bergerak namun sesekli terlihat gemetar.
Melihat ibunya seperti itu membuat sang anak rusa merasa
takut karena baru pertama kalinya melihat ibunya seperti itu.
Si anak rusa memberanikan diri teriak meminta tolong,
namun dengan suara kecilnya tak ada hewan satupun yang datang.
Mengingat tidak ada hewanpun yang mendengarnya, anak rusa
ini mencoba menyadarkan ibunya itu.
ANAK
RUSA: ibuu… ibuu… kenapa terus terdiam seperti itu? Sadarlah
ibu, jika ibu terus seperti ini lalu bagaimana jika ada harimau lewat? Ibu
nanti akan diterkam, ayo sadar ibu dan kita pulang saja. Ibu.. sadarlah!!
Mendengar teriakan dari anaknya, ibu rusa perlahan sadar
kemudian melihat kearah kanan dan kiri seolah mengenali tempat tersebut.
Melihat ibunya sudah sadarkan diri si anak rusa bertanya kepada
ibunya dengan masih dalam keadaan takut.
ANAK
RUSA: ibu… kenapa ibu bertingkah seperti itu? Aku sampai
teriak sana kemari namun ibu masih tak sadarkan diri. Katakan kepadaku ibu, ada
apa sebenarnya? Apa yang sedang terjadi disini?
Ibu rusa menjawab dengan mulut bergetar namun masih
melihat kedepan..
IBU
RUSA: anaku yang
malang? Taukah kamu apa yang sebenarnya terjadi, sebenarnya aku tidak ingin
mengatakan ini.
Penasaran, si anak rusa memotong perkataan sang ibu
karena semakin terheran dengan ibunya.. lalu ia menjawab
ANAK
RUSA: apa yang ingin
ibu katakan kepadaku? Katakan saja ibu, aku bingung dengan semua ini.
IBU
RUSA: anaku yang baik, dahulu kala ketika aku sedang mengandungmu,
aku dan ayahmu sering mengunjungi tempat ini.
Kaget si anak rusa langsung menjawab perkataan ibunya
tadi.
ANAK
RUSA: apaaa? Ayah ? apa aku mempunyai ayah? Kemana dia ibu?
Sejak kecil sampai sekarang aku tidak pernah melihat sosok ayah.
IBU
RUSA: (dengan melihat anaknya dengan tajam dan mata terlihat
berair) anaku, ayahmu adalah sosok yang sangat gagah berani sepertimu. Dia sudah
hampir mengelilingi hutan ini sampai sering bertemu dengan hewan buas bahkan
pernah bergulat dengan seelor harimau besar dan ayahmu berhasil membunuh
harimau itu.
Namun sungguh sangat di sayangkan ketika aku masih
mengandungmu, suatu hari kemudian saat ibu dan ayah pergi untuk mencari
makanan.
segerombolan harimau tiba-tiba datang menghampiri dengan
raut muka yang seram dan raungan dari mereka seperti kelaparan, membuat ayahmu marah
dan berani menghadapinya demi melindungi ibu dan kamu yang saat itu masih dalam
kandungan.
Dengan gagahnya ayahmu menantang para harimau yang
kelaparan untuk beradu denganya, namun dengan kepintaran ayahmu meminta agar
para harimau jangan menyakiti ibu.
Sungguh beruntunglah, para harimau mengijinkan aku untuk
pergi dan membiarkan sang ayah sendiri yang menghadapinya.
Meskipun ayahmu menyuruh ibu untuk pergi, tetap saja ibu
tidak mau meninggalkan ayahmu sendirian dalam bahaya.
Dengan segala perkataan ibu untuk menolak pergi, namun
sifat pelindung dari ayahmu tetap saja menyuruhku untuk pergi dari tempat ini
agar aku selamat.
Kemudian aku menuruti perkataan ayahmu dan pergi secepat
mungkin.
Memotong perkataan ibunya sang anak rusa berkata
ANAK
RUSA: sungguh sangat hebat sekali ayah, lebih mementingkan ibu
dan aku daripada dirinya sendiri.
Lalu bagaimana dengan ayah buuu? Apakah ayah membunuh
lawan-lawanya seperti sebelumnya?
Sang ibu rusa menjawab dan meneteskan air mata…
IBU RUSA:
sebelumnya saat itu belum mengetahui apakah ayahmu terbunuh oleh harimau atau
harimau yang terbunuh olehmu, karena saat itu ibu disuruh ayahmu untuk pergi.
Sesampainya dirumah ibu menangis tanpa henti memikirkan
nasib nyawa ayahmu disana, sampai larut malam ibu menunggu ayahmu pulang.
Namun hingga menjelang pagi ayahmu tetap belum pulang,
ibu memberanikan diri menyusuri hutan seram ini sampai menemukan keberadaan
ayahmu.
Sampai-sampai ibu hampir dikejar para harimau mengerikan,
kemudian ibu kembali melanjutkan perjalanan dan sampailah ditempat ini.
Saat itu ibu menangis sangat keras dan tidak
memperdulikan ini tempat bersarangnya harimau ganas.
Memotong kembali perkataan ibunya..
ANAK
RUSA: mengapa saat itu ibu menangis? Apa yang membuat ibu
menangis? Lalu apakah ibu menemukan ayah?
Menjawab dan melanjutkan ceritanya kepada sang anak
IBU
RUSA: saat itu ibu menangisi ayahmu, karena ketika ibu sampai
ditempaat ini. ibu melihat ayahmu mati tergeletak terbunuh dan tubuh ayahmu
dipenuhi darah.
Ibu langsung menangis melihat keadaan ayahmu yang sangat
mengenaskan saat itu, ibu langsung menghampiri ayahmu yang sudah mati dan
menciumi tubuhnya yang sudah di lumuri oleh darah.
Seiring lamanya ibu menangis, sampai lupa waktu sudah
hampir petang.
Dengan perasaan hancur berantakan dan tidak rela
meninggalkan ayahmu, ibu langsung pergi pulang meninggalkan ayahmu yang sudah
mati.
Sesampainya dirumah, ibu kembali menangisi ayahmu yang
telah pergi.
Sang anak rusa dengan latahnya menangis bertanya kepada
ibunya. dengan suara serak tersendak-sendak.
ANAK
RUSA: lalu mengapa tubuh ayah yang sudah mati tidak ada disini
ibu? Tolong cari ayah ibu walau keadaanya sudah tidak bernyawa aku ingin
memeluk dan menciumnya sekali saja.
IBU
RUSA: bagaimana kita bisa menjumpai ayah anaku, waktu sudah
hampir lama. Mungkin tubuh ayahmu sudah termakan oleh beberapa hewan pemakan
bangkai.
ANAK
RUSA: oohh ibu aku sedih mendengarnya, terimakasih sudah
merawatku dan menjagaku sampai dewasa ini. aku berjanji akan menjagamu selalu ibu.
Menjagamu seperti
ayah dulu, aku akan bertaruh nyawa demi membuatmu nyaman. Dan yang
paling terpenting aku akan membunuh semua harimau yang telah membunuh ayah atau
hewan lemah lainya.
Suatu saat para raja singa, harimau, buaya ganas semua
hewan yang menjadi penguasa dihutan ini akan kujadikan budak!!
Mendengar perkataan anaknya, ibu rusa menjawab.
IBU
RUSA: sungguh hebat
niatmu anaku, perkataanmu mengingatkanku akan ayahmu.
Dulu ayahmu pernah berkata seperti itu, ingin menguasai
dan mengambil alih kekuasaan dari raja singa penguasa hutan ini.
ANAK
RUSA: aku akan meneruskan keinginan ayah buu, aku berjanji suatu
saat ketika aku dewasa nanti akan merebut kekuasaan sang raja singa yang kejam.
Dengan lamanya bercerita masa lalu akan ayahnya dan
tempat yang menjadi saksi bisu kejadian ayahnya meninggal.
Membuat waktu sudah hampir larut malam, ibu rusapun
mengajak anaknya untuk segera pulang karena saat itu ibunya dan sang ayah
dihadang oleh segerombolan harimau pada saat ingin larut malam.
IBU
RUSA: mari cepat anaku, segeralah kita pergi dari sini karena
ibu takut jika nanti kejadian masa lalu itu terjadi lagi.
Mendengar perkataan ibunya anak rusa lekas segera lari
bersama ibunya yang sangat kencang.
……
Namun sangat disayangkan perkataan dari ibu rusa benar,
saat mereka berlari menuju rumahnya.
Segerombolan harimau gagah besar ikut berlari mengejar
mereka berdua, malam larut memang menjadi waktu bagi harimau mencari mangsa.
Dengan menjerit ketakutan sang anak rusa berkata kepada
ibunya.
ANAK
RUSA: ibuuuuu… aku takut! Bagaimana iniiiii…..?
(teriak si anak rusa ketakutan melihat para segerombolan harimau
sangat cepat mengejar mereka berdua)
Ibu rusa menjawab dengan berterik kencang
IBU
RUSA: anakuuu.. kita harus berlari terpisah agar para harimau itu
bingung. Kau harus lari lurus sampai menuju kerumah, cepatlah lari
sekencang-kencangnya anaku.
Anak rusa menjawab kembali dengan suara takut
ANAK
RUSA: lalu ibu akan lari kearah mana? Selanjutnya ibu akan
kemana? Aku tidak mau terpisah dengan ibu, aku mohon berlarilah bersamaku ibu.
Aku ingin bersama dengan ibu sampai kerumah. Aku tidak mau kehilangan ibu, jika
ibu pergi lalu siapa yang akan merawatku? Ibuuu…
Belum sempat menjawab pembicaraan anaknya yang ketakutan,
sang ibu rusa langsung berlari meninggalkan anaknya dan sembari berteriak
kepada para harimau ganas yang meraung kelaparan
IBU
RUSA: hey para harimau kelaparan dan bodoh, kejarlah saja aku.
Aku lebih besar dari rusa kecil itu, dagingku lebih banyak darinya. Ayo
kejarlah saja aku harimau bodoh!
Mendengar rayuan si ibu rusa, para harimau menuruti
perkataanya lalu segeralah mengubah sasaran ke arah ibu rusa dengan kecepatan
lari yang hampir mendekati.
Anak rusa yang sudah terpisah dengan ibunya karena demi
keselamatanya, terus berlari ke arah tempat tinggalnya sambil menangis
berteriak ketakutan.
ANAK
RUSA: ibuuuu… kenapa kau lakukan ini? aku ingin terus bersama
ibu… kemana kauu…
Lamanya anak rusa berlari, akhirnya dia sudah tak jauh
dari tempat tinggalnya Nampak rumahnya sudah terlihat dari kejauhan yang saat
malam itu hutan berkabut pekat.
Sampailah masuk kedalam rumah, si anak rusa menangis
tanpa henti.
Kejadian menangis itu sama seperti ibunya dulu yang
sampai rumah mengkhawatirkan sang ayah anak rusa yang di kepung segerombol
harimau.
Sama yang dilakukan ibunya dulu, menantinya sampai pulang
kerumah hingga larut malam.
Lama-lama menunggu dengan ketakutan karena khawatir akan
nyawa sang ibu, akhirnya keluarlah sepatah kalimat yang keluar dari mulutnya.
ANAK
RUSA: aku sudah berjanji
akan melindungimu ibu, mengapa kau meninggalkanku.
Saat ini juga jika ibuku tidak kunjung datang sampai pagi
nanti. Aku akan bertarung membalaskan dendam kematian ayah dan ibuku.
Aku akan memburu semua hewan buas di hutan ini, dan
membunuh mereka semua.
Tunggu kedatanganku para hewan buas yang jahat!!
Teriak si anak rusa yang berjanji dengan gagahnya akan
membunuh semua hewan buas, dan menguasai hutan.
Anak rusa pun tidur dengan sangat lelap dengan harapan
ibunya akan datang kerumah dengan selamat saat pagi membuka mata.
Dengan mata
lebam masih terlihat jelas dimatanya bekas
tangisan tadi malam, sang anak kancil yang malan mmbuka mata perlahan.
Ketika mata sudah
terbuka, secara spontan si anak rusa lari dari tempat tidur dan bertingkah
seperti biasanya.
Ia meloncat
dan berteriak memanggil ibunya seperti yang dilakukanya setiap hari.
ANAK RUSA: Buuu.. ibuu… mari kita keluar mencari
makanan lagi. Ayo kita berkeliling lagi ketempat sekitar hutan ini ibu.
Anak rusa
seperti lupa akan tragedi kemarin.. dia memanggil-manggil ibunya yang mungkin
sudah mati terbunuh oleh harimau.
Panggilan
kesana kemari dengan kebingungan, akhirnya anak rusa yang malang sadar bahwa
kemarin sang ibu telah di terkam segerombolan harimau.
Setelah
sadar, anak rusa langsung lari secepat kilat keluar rumah dan mencari ibunya
yang belum juga pulang.
Tempat demi
tempat ia menyusuri, sudut-sudut hutan sudah ia jelajahi untuk menemukan sang
ibunya.
Sampai larut
malam lalu berlanjut hingga menjelang pagi tetap saja ia belum menemukanya, sampai
di tempat yang sangat sunyi saat malam hari hanya ada suara hewan kecil dan
burung.
Si anak rusa
memberanikan diri terus menelusuri tempat sekitar, tak sadar ia memasuki wilayah
sang raja rimba penguasa hutan.
Tak hanya
para singa, harimau pun semuanya berkumpul ditempat yang sama. Para hewan buas
itu menatap kearah anak rusa dengan tatapan menakutkan, mungkin ingin berniat menerkam
anak rusa tersebut.
Namun dengan
keberanian dan gagahnya anak rusa seperti ayahnya, berani menghadap sang raja
rimba. Para harimau terheran-heran mengapa anak rusa ini berani mendekati sang
raja yang memang sangat disegani oleh para hewan buas.
Langkah kaki
kecilnya yang kuat, membawanya berhadapan dengan sang raja. Lalu anak rusa yang
malang setelah ditinggalkan oleh ayah dan ibunya itu berkata..
ANAK RUSA: hey sang raja jahat!! Sudah berapa rusa
dan hewan lemah yang kau bunuh dan memakanya?
(Tanya dengan tegas anak rusa)
Para harimau
di sekitar raja, yang sengaja melindungi raja singa merasa geram dan marah
mendengar perkataan dari anak rusa kecil karena seperti menghina tuan raja
singa.
Sungguh hebat
rusa kecil mungil ini, badanya kecil namun berani menghadap sang raja. Karena baru
kali ini harimau berkata ada hewan lemah seperti rusa yang berani menggentak
raja rimba.
Secara
spontan raja singa berdiri, memang raja sangat gagah dan kokoh. Sampai-sampai
sang anak rusa melihatnya saja sampai mengangkat kepalanya keatas.
Lantas raja
singa yang kejam manjawab pertanyaan menjengkelkan dari rusa kecil ini dengan
keras.
RAJA SINGA: gghhhraaaarrrrr!!! (Raungan sang raja
hutan yang marah sambil berkata)
Hey rusa
kecil bodoh, beraninya kau menanyakan seperti itu kepadaku sebagai penguasa
hutan ini!! siapa yang menyuruhmu??
Sudah pasti
banyak dan mungkin tidak bisa kuhitung berapa banyak hewan lemah yang menjadi santapanku
Mendengar
jawaban dari sang raja singa, tidak sedikitpun menyiutkan nyali si anak rusa
untuk membalaskan dendam kematian ayah ibunya.
Kemudian anak
rusa menjawab dengan sangat marah.
ANAK RUSA: Sungguh kejamnya dirimu raja, taukah
kamu dahulu ayahku mati di terkam anak buahmu para harimau kemudian kemarin
ibuku pun mari terbunuh dikejar oleh para harimau.
Sampai
kapanpun aku tidak akan pernah melupakan kejahatan para hewan buas yang
membunuh hewan lemah di hutan ini.
Sang raja
menjawb kembali perkataan anak rusa yang membuatnya semakin marah.
RAJA SINGA: jadi kau datang kemari ingin
membalaskan dendam padaku karena anak buahku menerkan dan membunuh ayah ibumu?
Huahahaha!!
Berani sakali kau rusa kecil, jika memang kau ingin membalaskan dendam padaku.
Silahkan lawanlah para harimau ini yang membunuh ayah ibumu.
Jika kamu
mengalahkan semua harimau disini, aku akan serahkan mahkota raja sebagai tanda
penguasa hutan ini kepadamu.
Kemudian satu
harimau mendekat ke arah raja, dan berkata.
HARIMAU: tuan raja, mengapa engkau sampai
berani menawarkan mahkota penguasa itu kepada anak rusa kecil itu?
Raja singa
menjawab dengan sedikit mengolok harimau itu.
RAJA SINGA: hey memang kenapa jika aku sampai
berani menyerahkan mahkota ini? lagian rusa ini masih kecil, dia belum bisa
berbuat apa-apa jika kau hadapi.
Bukankah
kalian sering menerkan banyak hewan lemah seperti itu bahkan lebih besar
darinya. Tenang saja, mahkota ini tidak akn bisa sampai ke rusa kecil itu.
Sudahlah
jangan banyak bicara, silahkan para harimau serang dan bunuh rusa itu lalu kau
makan habis daging pahitnya huahahahaa!!
Mendengar
intruksi sang raja, otomatis semua harimau sebagai anak buah sang raja hutan menuruti
dan segera melangkah lari menyerang rusa pemberani itu.
Bssststttss..!!
ghhrrraauuuuwwwwmmm!!
Para harimau
mengerikan lari ke arah sang anak rusa, dengan taring dan cakarnya yang
mengerikan langsung di arahkan ke tubuh rusa.
Namun dengan
gagah berani serta hebatnya anak rusa ini, berhasil menghindar dan terjadilah perkelahian
antara para harimau dan se-ekor rusa kecil.
Jeritan anak
rusa yang berkelahi dengan harimau semakin membuat sang raja merasa aneh,
mengapa rusa yang hanya kecil ukuranya sangat sulit dijatuhkan oleh anak
buahnya.
Agar perkelahian
segera tuntas dan anak rusa segera mati, sang raja teriak memberikan semangat kepada
anak buahnya.
RAJA SINGA: ayoo para harimauu.. cepat tunjukan
taring kalian pada rusa itu, dan cabik habis tubuhnya. Huahahaha!!
Mendengar perintah
sang raja, para harimau yang mulai kelelahan beradu ketangguhan dengan anak
rusa menjadi tambah semangat.
Pertarungan yang
sangat lama dan menegangkan…
Akhirnya Rusa
sangat gagah itu berhasil membunuh satu-persatu harimau yang memang sudah lemas
akibat lincahnya pergerakan nak rusa.
Alhasil pada
akhirnya tersisa beberapa harimau yang sudah lelah dan masih bertahan hidup
menghadapi rusa kecil.
Dengan keadaan
fisik yang sudah lemah, para harimau memohon kepada rusa untuk tidak menyerangnya
lagi karena suda tidak sanggup melawan dan para harimau yang tersisa akan
melakukan apapun agar dirinya tidak di serang sehingga tetap hidup.
HARIMAU: anak rusa, ampunilah kami.. tolong
jangan serang kami lagi, kami sudah tidak kuat melawanmu. Apapun permintaanmu
akan kami turuti asal jangan bunuh kami.
Mendengar pernyataan
kalah dari para harimau, sang rusa kecil sudah hampir menuntaskan balas
dendamnya.
Kemudian anak
rusa berkata,
ANAK RUSA: bangunlah para harimau.. aku tidak
akan menyakiti kalian lagi, sesuai perkatanmu tadi aku ingin kalian menuruti
perintahku.
HARIMAU: (karena sudah berjanji) baiklah rusa,
apa yang harus kami lakukan agar membuatmu tidak membunuh kami? Katakana saja
apa permintaanmu?
Melihat pertarungan
berhenti lalu dengan mendengarkan harimau dan anak rusa berbicara, membuat raja
singa benar-benar marah.
Raja singa
berdiri dan berlari sangat kencang ke arah anak rusa untuk membunuhnya lalu
berkata.
RAJA SINGA: dasar bodoh kalian, mengapa begitu
mudahnya menyerah pada anak rusa itu!! Biar aku saja yang membunuhnya..
ghhhrraaauuuumm!!
Singa berlari
sangat kencang dan berteriak.
Melihat raja
singa ingin membunuh anak rusa, membuat para harimau bangkit dan balik
melindungi sang anak rusa.
Ini sebagai
bukti janjinya terhadap anak rusa melakukan apapun demi keselamatanya. Kemudian
para harimau berkata.
HARIMAU: wahai rusa, berdirilah berlindung di
belakang kami. Kami akan melindungimu dari serangan raja singa yang akan
membunuhmu.
Mendengar perkataan
sang harimau membuat anak rusa tenang, namun masih mengingat akan balas
dendamnya dan ingin merebut kekuasaan raja singa. Si anak rusa menegaskan
berkata pada harimau.
ANAK RUSA: para harimau, aku sangat senang kalian
akan melindungiku dari serangan raja singa. Namun sesungguhnya pertama aku
datang ketempat ini ingin membunuh raja singa itu.
Biarlah aku
yang membunuh raja singa itu.
Kemudian para
harimau berkata dengan perasaan takut anak rusa bisa terbunuh.
HARIMAU: wahai rusa, aku menghargai tujuanmu. Namun
aku akan tetap menjagamu disini jika terjadi hal yang tidak di inginkan. Dan berhati-hatilah
karena si singa itu sangat kuat sekali.
Anak rusa
yang menenangkan para harimau berkata.
ANAK RUSA: aku akan berhati-hati melawanya, ini
demi pembalasan dendam dan keinginanku menguasai hutan ini.
Si raja singa
yang tadi berlari sangat cepat sudah sangat dekat dengan anak rusa, anak rusa
kemudian berlari kembali kearah raja singa, tidak ketinggalan para harimaupun mengikuti
untuk berjaga dari belakang anak rusa.
Dan…
Terjadilah pertarungan
hebat yang baru kali ini raja singa melawan anak rusa yang tangguh pemberani.
Bahkan harimaupun
sangat ketakutan melihat pertarungan yang sedang terjadi.
Raungan demi
raungan singa yang membuat harimau merinding ketakutan, jerit rusa yang semakin
keras karena sama-sama tangguh.
Cakaran meleset
dari singa kearah anak rusa karena sangat lincah.
Namun
beberapa cakaran singa terkena tubuh rusa sehingga kulitnya terlihat berdarah.
Pergulatan anak
rusa melawan raja singa semakin sengit, sama seperti harimau sebelumnya. Sangat
disayangkan karena tenaga rusa sudah dikeluarkanya setelah sebelumnya melawan
para harimau.
Raja singapun
yang lemah karena memang umur raja singa sudah tua, hanya dengan beberapa waktu
bergulat saja sudah kewalahan seperti itu.
Kemudian dengan
melihat raja singa yang semakin lemah tak berdaya, membuat anak rusa memiliki
kesempatan menyerang balik raja singa dengan sisa tenaga yang ada.
Anak rusa pun
berlari lalu menodongkan tanduknya yang memang sudah tumbuh namun belum terlalu
panjang ke arah wajah sang raja singa dan berteriak.
ANAK RUSA: demi balas dendamku atas kematian ayak
ibuku, dan keinginanku merebuat kekuasaan hutan ini.
Aku akan
membunuhmu singa jahaaaatt hiiyaaaaaaa…
Kemudian raja
singa yang ingin berlari menjauh dari serangan rusa namun tenaganya sudah
sangat lemah, hanya berjalan dengan jatuh bangun kesakitan.
Anak rusa
yang semakin dekat segera menodongkan tanduknya kearah wajah dan seranganya
berhasil membuat raja singa itu mati tertusuk oleh tanduk anak rusa.
Matanya tertusuk
oleh tanduk rusa, kemudian raja singa tak sadarkan diri lalu mati.
Terwujudlah sudah
semua keinginan dan balas dendamnya sejak ayah dan ibunya mati terbunuh dengan
sangat tragis.
Kemudian harimau
yang melihat keberhasilan anak rusa membunuh raja singa segera mengambil
mahkota yang masih terpasang pada kepala singa mati itu.
Diambilnya
mahkota itu lalu diletakanya pada kepala anak rusa kemudian para harimau
menuntun anak rusa untuk duduk di singgasana raja.
Setelah duduk
dengan masih merasakan sakit akibat cakaran dari singa, sang anak rusa
memerintahkan para harimau untuk mencarikan obat untuknya.
ANAK RUSA: para harimau, maukah kalian
mencarikan obat untuku?
HARIMAU: baiklah rajaku rusa, kami akan mencarikan
obat untukmu secepat mungkin (hormat harimau dengan menundukan kepala dihadapan
sang raja baru hutan)
Para harimaupun
segera mencarikan obat berkeliling ke semua tempat di hutan itu.
Ketika para
harimau menelusuri sampai sudut hutan, mereka bertemu se-ekor kelinci. Namun kelinci
yang sudah sangat paham dengan para harimau, berniat segera lari cepat menjauh dari kawanan
harimau yang mencari obat untuk raja rusa.
Belum kelinci
berlari, para harimau berkata pada kelinci.
HARIMAU: hey kelinci, saat ini kami hewan buas
tidak akan membunuh kalian lagi.
Kelinci yang
sangat kaget mendengar perkataan para harimau itu menjawab.
KELINCI: mengapa kalian sekarang tidak akan
memakan lagi para hewan lemah seperti kami? Bukankah kalian sering menerkam
hewan seperti kami.
HARIMAU: wahai kelinci, baru saja terjadi
perkelahian antara raja singa dan anak rusa kecil, anak rusa kecil berhasil
membunuh raja singa itu yang sebelumnya kami di perintahkan raja singa untuk
membunuh rusa, namun dengan gagahnya rusa itu membuat teman-teman kami terbunuh
dan kami tidak ingin mati olehnya. Jadi kami menuruti apapun perkataan sang
raja baru rusa untuk tidak lagi memakan hewan lemah sepertimu.
KELINCI: dimanakah raja rusa itu sekarang? Aku akan
menemuinya dan ingin berterima kasih karena membuat hewan buas seperti kalian
tidak memburu kami lagi.
Lalu jika
kalian tidak memakan hewan seperti biasanya, apa yang kalian makan?
HARIMAU: sekarang raja rusa ada di sudut utara hutan,
ia sedang kesakitan menahan luka akibat cakaran singa.
Tenang saja
kelinci, kami berkorban demi raja menaati perintahnya untuk tidak lagi memakan
daging hewan lemah. Jadi kami akan memakan bangkai hewan apa saja yang sudah
mati, karena kami tidak ingin ada lagi pembunuhan di hutan ini.
KELINCI: kasian sekali raja rusa, hey para
harimau mari kita bersama-sama mencarikan obat untuknya agar lekas sembuh.
HARIMAU: marilah segera kalinci, karena sang
raja rusa sedang kesakitan disana.
KELINCI: baiklah harimau, tapi aku akan mengabari
seluruh hewan di dalam hutan ini bahwa ada raja baru penguasa hutan yaitu
se-ekor rusa dan aku akan menyuruh mereka mencarikan obat untuknya.
HARIMAU: lakukanlah saja kelinci, jika sudah
mengabari dan menemukan obatnya segera ke singgasana tuan raja rusa.
Kemudian si
kelinci berlari secepat kilat dan segera melakukan apa yang sudah ia katakana pada
harimau tadi.
Penelusuran kancil
sampai ke plosok hutan dan sudah ribuan hewan yang sudah ia temui dan
menyuruhnya mencarikan obat untuk raja singa.
Setelah sekian
lama proses mencari obat untuk raja rusa, datanglah ribuan jenis hewan yang
datang menghadap raja rusa dan mereka semua mebgucapkan terimakasih karena
membuat hutan yang dulu seram kini menjadi hutan yang aman.
Lalu ribuan jenis
hewan yang datang menundukan kepala secara serentak, harimau yang telah datang
lebih dulu kemudian melakukan hal yang sama seperti ribuan hewan dengan
menundukan kepala dan berjanji akan melindungi raja rusa.
Berakhirlah sudah
perjalanan anak rusa yang dari kecil hingga dewasa penuh dengan kisah
memilukan.
Tragedy matinya
ayah dan ibu membuatnya kini menjadi RAJA RUSA penguasa hutan, kini hutan menjadi
sangat ramai dengan hewan-hewan bahkan anak kelinci saja sudah bisa merasakan
indahnya bermain keluar rumah dan amanlah sudah hutan dengan penguasa yang
lebih ggah berani yaitu se-ekor rusa.
PENULIS/KARYA: AGUNG WIBOWO
JUDUL CERITA: Kisah Raja Rusa
TGL/THN: 25 - september - 2015
MOHON KOMENTAR DAN BERIKAN PENILAIAN SETELAH ANDA MEMBACA.
MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA MAUPUN PERSAMAAN CERITA.
CERITA INI DIBUAT DENGAN KARANGAN NYATA DAN BENAR DARI AGUNG WIBOWO.
Author: Mohammad
Mohammad is the founder of STC Network which offers Web Services and Online Business Solutions to clients around the globe. Read More →
Related Posts:
cerita
Subscribe to:
Post Comments (Atom)













ceritanya bagus, menginspirasi :-)
ReplyDeleteini blog lama saya, yang baru ada di gmail ini :)
ReplyDeleteIni gmail baru saya bisniscaming@gmail.com
ReplyDelete